Ahmed

Writer, Traveller, and Videographer

Sindoro, dan Filosofi Sang Guru

Diterbitkan tanggal

Wonosobo, 7 Juni 2021

Gunung Sindoro. Hari ini terasa sangat spesial bagi saya pribadi. Rentetan pendakian yang tak kenal lelah untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada-Nya, dengan cara mengagumi ciptaan-Nya. Sindoro adalah salah satu dari seven summits of Wonosobo setelah gunung Sumbing. Dengan ketinggian 3153 mdpl, dan jalur pendakian yang lumayan panjang. Memakan waktu dua hari satu malam jika ingin lebih menikmati panorama yang disajikan Sindoro dan gunung-gunung lain di sekitarnya.

Sekilas Tentang Pajero

Basecamp ini bernama Pajero. Letaknya di pinggir jalan raya perbatasan antara kota Wonosobo dan Temanggung. Mendengar nama Pajero pasti Anda kepikiran soal nama mobil sport. Pajero menurut penuturan eyang Subur adalah Panas Njobo Njero. Ada lagi makna lain, dengan menyematkan sedikit istilah modern, menjadi Pecinta Alam Jelajah Rimba Sindoro. Letaknya gak jauh-jauh amat dari tengah kota. Jadi mudah buat persiapan sebelum mendaki. Waktu itu saya touring motoran Bali-Wonosobo, setelah mendaki Prau via Wates, saya pun mendatangi basecamp ini untuk istirahat semalaman. Estimasi dana pendakian pun terjangkau. Tiket per orang Rp. 25.000,- dengan syarat surat tanda sehat, KTP, dan kartu vaksin kalau ada. Di sini juga udah tersedia ojek gunung dengan harga Rp. 20.000,- yang siap antar hingga ke pintu rimba.

Jalur Alang-Alang Sewu

Di pintu rimba kita akan disambut gerbang bertuliskan pesan yang sangat indah: "Santun Ing Laku, Slamet Ing Jiwo Rogo". Berjalan sekitar 2 km, sampailah di pos 1: Lembah Kesunyian dengan berbagai cerita mistisnya, selengkapnya soal kata "kesunyian" sudah dijelaskan divideo dibawah yah. Ada satu sumber air di jalan menuju pos 2, udah ada kran untuk mengisi sekitar 3 galon. Pos 2: Katresnan yang berarti kecintaan (cek video), di sini lumayan luas, bisa muat puluhan tenda. Hingga kita tiba di pos 3: Alang-alang Sewu, itu semacam padang ilalang di pos 3 jalur ini. Bisa muat ratusan tenda. Ada lelucon anak-anak pendaki kemarin, apakah benar alang-alangnya berjumlah seribu? Mari kita hitung. Yang jelas di pos 3 inilah tempat paling nyaman. Cenderung pendaki udah malas muncak ketika sudah terjebak kenyamanan berkemah di sini.

Pos 4 Alang-Alang Sewu

Pos 4 Alang-Alang Sewu

Puncak Sindoro berupa tanah lapang yang sangat luas dan gersang, namanya Latar Ombo, dengan kawah yang mengeluarkan belerang. Gunung Sindoro memang terbilang masih aktif. Mendaki ke sini sangat melelahkan. Itu sebabnya siapkan minimal 2 botol besar air.

Ada beberapa legenda tentang Sindoro Sumbing yang beredar. Tapi yang paling terkenal adalah Legenda kakak beradik Sindoro-Sumbing. Menurut cerita, Sumbing adalah kakak laki-laki sebagai simbol kewibawaan. Sedangkan Sindoro itu adalah adik perempuan sebagai simbol kearifan. Jika berhasil mendaki Sumbing, rasa kurang jika belum ke Sindoro, begitupun sebaliknya.

Latar Ombo

Saya juga baru dapat info dari eyang Subur, katanya ada hubungan keluarga lagi dengan gunung Slamet. Merekalah yang kita kenal dengan istilah Triple S. Simbol Triple S ini semacam penanda bahwa seseorang dikatakan pendaki jika sudah lunas Triple S ini. Yah meskipun tidak ada ukuran pasti seseorang itu pantas atau tidak. Karena inti dari pendakian ini adalah tentang berguru dengan alam.

- Ahmed Sholeh

Video Dokumentasi


Music | "Sweet" by LiQWYD
Watch: https://youtu.be/eIYlaVPdNYM
License: https://www.liqwydmusic.com/how-to-use

Download/Stream: https://hypeddit.com/link/un7fp7

comments

Comments