Secangkir Kopi Dari Sang Bunda

Makassar, 27 Mei 2017

Tanggal tua kayak gini, emang kita butuh semangat. Jadi pas banget, bunda emang pengertian hahaha... Ok here we go!

Secangkir Kopi Penyemangat

Tataplah ke depan, kata bunda. Tak usah risau dengan rintangan dan wajah-wajah durjana. Tak mandi pun tak apa, karena butiran embun dan terik sang surya siap menemanimu berjuang di sana.

Oh bunda, kauji memang perempuan yang paling mengerti ananda. Tiap pagi kau suguhkan kopi hitam tanpa gula, katamu di dunia ini tak semua hal ditakdirkan semanis surga. Seolah dalam cangkir kecil ini kau tuangkan filosofi hidupmu yang sebenarnya: keras, tegas, tanpa lelah tanpa tanda jasa.

Bunda, tidak semua isi hatiku bisa dibaca. Tapi servismu dipagi buta, seolah kau mengerti bahwa hari kemarin tak sejalan dengan rencana. Itu sebabnya, kau paham bahwa yang kubutuhkan lebih dari pelipur lara.

Buat yang nanya, kopinya mana? Lagi dibuatin, kata bunda. Cukuplah siluet sang putra yang nampak dipelupuk mata. Karena dengan melihatnya bahagia, cukup untuk torehkan senyum bangga. Meski waktuku tak lagi lama.

~Salam sayang dari bunda~

- Ahmed Sholeh

Top