Aktifkan Javascript!!!

Me-Nyepi, Sebagai Sarana Introspeksi dan Berkarya Lebih Baik - Ahmed

Ahmed

Writer, Traveller, and Videographer

Me-Nyepi, Sebagai Sarana Introspeksi dan Berkarya Lebih Baik

Diterbitkan tanggal

Denpasar, 15 Maret 2021

Menyepi. Tadi malam adalah total darkness, hampir tidak ada lampu yang menyala. Semua umat larut dalam kekhusyukan budaya di pulau surga ini. Ini adalah pemandangan tahunan yang akan Anda nikmati jika tinggal di Bali. Tidak ada hiruk pikuk kota, tidak ada kepentingan mendesak yang memaksa orang keluar rumah, jaringan internet dimatikan, itu juga penyebabnya kenapa saya terlambat menulis ini.

Budaya Bali

Sembahyang

Sambut Tahun Baru Saka

Nyepi adalah satu hari penuh tanpa keramaian, setelah sebelumnya biasanya ramai oleh parade dan pawai. Hanya saja tahun ini, keramaian itu terbatas karena regulasi pemerintah yang melarang kerumunan. Agak kecewa juga sih, sudah dua kali nyepi tidak pernah melihat parade budaya, padahal hal itu bisa menarik wisatawan datang baa duit. :D

Namanya tahun baru kan, pasti ada resolusi. Aku pribadi, sebagai minoritas di pulau ini, pun sedari dulu melakukan atau menerapkan esensi dari nyepi itu sendiri. Meskipun baru kali ini saya nyadar. Salah satu contohnya adalah membatasi diri dari pergaulan yang tidak terlalu memberi hal positif. Kebanyakan orang yang saya temui cenderung menguras energi dan pikiran, yang menyebabkan saya harus mengambil tindakan tegas. Dan dalam sepi, saya belajar banyak hal-hal yang sebelumnya ingin saya pelajari. Salah satunya adalah video editing.

Parade Ogoh-ogoh

Aku pengen banget bikin video budaya :(


Nyepi bagi saya adalah sarana introspeksi. Mengulas kembali peristiwa setahun lalu. Hal-hal apa yang sudah dihasilkan, baik buruk diri ini. Kemudian hal itu dijadikan bahan untuk maju lebih baik lagi. Meskipun harus kubuang beberapa hal yang menurut saya tidak terlalu penting. Aku bukannya benci orang lain, hanya saja ada hal-hal yang memang harus dibatasi demi kesehatan mental. Dan dari semalam saya kepikiran untuk meneruskan hobi saya yang sempat terlupakan karena pekerjaan, yaitu video editing. Sempat belajar 3D juga sih disela-sela waktu, karena memang ada hubungannya dengan pekerjaan kedepannya.

Sebagai minoritas, saya memaknai nyepi ini dari perspektif agama saya dan dari pengalaman yang didapatkan selama berinteraksi dengan orang lain. Pun hal-hal buruk tetap diingat sebagai pelajaran penting, bukannya dibuang. Besar harapan, semoga bisa tinggal lama di pulau ini.

- Ahmed Sholeh

comments

Comments