Kisah SMA Tanpa Judul

Makassar, 2007

Sungguh suatu keputusan yang berat sebelah, ketika sesuatu yang sangat berharga dalam diri kita terenggut oleh keadaan. Ironisnya, keadaan tersebut juga menuntut keadilan setelah ditanamkannya kepercayaan, dituaikannya harapan, dijalinnya kebersamaan, hingga tetes keringat yang tak ternilai harganya. Sesuatu yang begitu melekat keras di nurani, sesuatu yang layaknya telah menjadi habibi, dan sesuatu yang tak dibiarkan hilang dari sisi.

Bagai dihempas angin lalu, mulia hina dianggapnya benalu, yakinlah niscaya kesombonganmu yang menderu. Mungkin di mata-Nya hanya ego dan mulut besarmu yang bertindak, bukanlah akal dan pikiran yang semata-mata menjadi acuan dalam setiap gerak. Adakah engkau belajar secara otodidak? Belajar berdiri menapaki harga diri yang terinjak! Sumpah serapah kian menyalak, “keadilan hanyalah impian belaka”.

Maaf ingin diungkapkan, sungguh tiada niat hati mencari lawan, namun apa daya kebencian dikumandangkan. Wahai adik-adikku yang polos dan penuh keceriaan! Jangan ragu jangan risau bilamana tanggung jawab itu dibebankan. Ku telah gugur dalam peperangan, namun taatku pada kesetiaan. Ku selalu mengenang kisah kita yang berkesan bak berlian. Kini giliran kalian, merangkai seindah-indahnya kenangan. Kemudian kalungkanlah dengan penuh rasa syukur sebagai perhiasan yang berlimpah keagungan. Jangan seperti orang-orang terdahulu yang buta akan kebenaran.

Duhai cinta, sudah dua kali ku merenungi kearifanmu dalam dunia yang sama. Suka duka telah mewarnai kisah kita. Sungguh mengenangmu tak ada habisnya. Bagiku aura keindahanmu tak terusik adanya. Meskipun pada suatu masa, kusadari apa yang kurasa hanya fatamorgana. Kuharap kau tak terpengaruh ocehan yang membungkam asa. Jangan menganggap apa yang kutanamkan adalah keraguan semata. Walaupun kutahu kita sehati sejiwa, tak pernah ku bermaksud membuatmu merana.

Salam sayang untuk adik-adik paskib smanses tercinta, dan cinta lamaku yang belum kelar hahaha...

Kita berada pada dunia berbeda, dengan kesibukan berbeda. Namun tidak menghalangi keinginan dan tujuan kita bersama. :-)

Keselamatan dan kesuksesan senantiasa menyertai kalian.

- Ahmed Sholeh

Dear mantan, maafin aku yang tamvan ini! :v

Jejak Islam di Bumi Mandar

Top