Katto Bokko, Berkah Bumi, dan Wujud Syukur

Makassar, 6 April 2018

Katto Bokko, Berkah Bumi, dan Wujud Syukur

Akhir maret 2018 adalah saat-saat paling berberkah buat masyarakat Marusu. Karena telah melaksanakan salah satu tahapan yang memiliki pengaruh besar terhadap keberlangsungan hidup mereka. Yaitu Katto Bokko, atau upacara adat dalam rangka panen hasil pertanian yang telah ditunggu-tunggu sejak bulan November 2017. Katto Bokko sendiri sejatinya adalah budaya yang mulai langka, bahkan dikalangan masyarakat Maros. Syukurlah, masyarakat Kassi Kebo dan rajanya masih peduli dengan budaya ini.

tradisi katto Bokko

Tradisi Katto Bokko

Setelah menyaksikan video di atas, saya yakin Anda punya banyak pertanyaan seputar Katto Bokko. Baiklah, saya akan berusaha menjelaskan serinci mungkin berdasarkan pengamatan dan juga pengalaman selama di lokasi.

Pertama-tama, untuk menuju ke kerajaan Marusu, di Kassi Kebo, butuh sekitar 1 jam 30 menit, dengan jarak tempuh sekitar 26,5 km. Itupun kalau kondisi jalan lancar, tidak macet. Tempat diadakannya upacara adat ini adalah di istana atau rumah kebesaran atau bisa disebut "Balla Lompoa".

Peta Lokasi Kerajaan Marusu

Peta Lokasi Kerajaan Marusu

Frequently Asked Questions
A: Tolong jelaskan apa itu Katto Bokko?
B: Secara harfiah, "Katto" artinya panen atau memanen. Sedangkan "Bokko" adalah hasil panen yang diikat dan dibentuk sedemikian rupa. Hasil panen atau Bokko merupakan simbol kesyukuran. Rangkaian acara Katto Bokko adalah panen perdana yang dijadikan pedoman bagi masyarakat Maros untuk panen selanjutnya. Dimana di dalam acara ini, baik pemilik lahan maupun pengolah sawah mencurahkan seluruh perhatiannya dalam bentuk gotong royong "Katto" untuk pesta ini. Itu sebabnya Katto Bokko juga disebut pesta panen raya.

A: siapa aja sih yang terlibat katto bokko?
B: perlu diingat, hampir semua. Mulai dari pemilik lahan, hingga pengolah. Bahkan raja pun ikut serta. Tapi yang paling banyak berperan di sini yah para perangkat kerajaan atau yang ditunjuk untuk pengisi acara tentunya.

A: perangkat katto bokko?
B: Biasanya diurutkan berdasarkan usia. Anak kecil digelari "pallele", tugasnya mengumpulkan padi yang dipanen dari tangan pemanen ke pematang sawah. Tugas lain seorang pallele adalah mengiringi arak-arakan atau menyemangati dalam bentuk teriakan atau sorakan. Kaum remaja atau pengolah, yaitu "limang siagang bongga bokko", terbagi dua bainea (perempuan) dan buranea (laki-laki). Mereka bertugas sebagai tangan yang memilah dan mengikat hasil panen sedemikian rupa untuk kemudian diarak ke Balla Lompoa. Masih dengan bongga bokko, ada lagi "ulu bokko" atau koordinator, orang dewasa, mengontrol jalannya proses pengikatan dan arak-arakan.

limang siagang bongga bokko

A: Torannu itu apa sih?
B: Torannu itu petak sawah milik kerajaan. Perasaan udah dijelasin lewat video deh! Ya udah, jadi gini, Torannu dalam bahasa Makassar artinya senang, atau riang gembira. Di mana ketika masyarakat bergotong royong melakukan pengolahan pada petak tersebut harus menunjukkan sikap tanpa pamrih, kegembiraan dan keikhlasan.

A: Tentang tangnga allo dan labbu allo?
B: Itu adalah gendang kebesaran kerajaan. Beda loh ama gendang biasa. Dibunyikan hanya pada saat tertentu, even-even tertentu. Dalam hal ini Katto Bokko, biasanya sebelum adzan dzuhur atau setelah sholat magrib.

ulu gandrang

A: Eh itu bokkoknya kok dikasi tanaman hias di atasnya?
B: Itu disebut pa'belo-belo. Jadi biar punya kesan, apapun yang dilakukan, diusahakan seindah, seenak dan sebagus mungkin.

A: Eh itu bokkok ada benderanya juga?
B: Itu adalah bendera kebesaran kerajaan. Ada merah, kuning, putih, hijau, dan hitam. Kalau di zaman sekarang, ulu bokko memegang bendera merah putih sebagai simbol penyerahan kekuasaan kepada pemerintahan NKRI.

A: Kenapa harus lari-lari sih pikul bokko? Jalan aja kan bisa?
B: Berat woy! Lu sono coba angkat! Tapi ternyata ada maknanya juga ajang cepat-cepatan itu, diharapkan agar rezeki dalam kehidupan untuk satu tahun mendatang itu agak lancar, dan dengan lari-larian seperti itu, dimaksudkan dengan menjemput rezeki dengan serius dan tangkas dan bukan dalam keadaan santai.

pikul bokko

A: Itu beras 4 warna, kok warna ungu darah? Bukannya api?
B: Nah, gini loh, ungu tidak dibahasakan sebagai api, melainkan amarah. Amarah merujuk pada sifat dasar manusia yang dapat menimbulkan malapetaka atau masalah, dan menyebar sangat cepat membakar emosional individu, layaknya api.

A: Kenapa cendol, kan banyak makanan enak lain?
B: Hahaha, pernah sang raja pengen ganti, cuma kalau dipikir-pikir lagi itu tindakan kurang tepat katanya. Cendol itu manis dan berair. Filosofinya, dalam hidup, manusia cenderung dengan hal-hal yang manis dan menyenangkan. Berair disini diharapkan kita tidak mengalami kekeringan ketika proses pencarian rezeki, misalnya cocok tanam.

A: Jadi manfaat katto bokko sebenarnya apa?
B: Kebanyakan pemilik lahan hanya peduli dengan hasil panen saja. Dengan adanya Katto Bokko, semua elemen pengolah sawah dan masyarakat ikut terpanggil untuk ikut serta merasakan kebersamaan. Intinya, Katto Bokko ada untuk menjaga budaya gotong royong.

- Ahmed Sholeh

Top