Aktifkan Javascript!!!

Gunung Agung, Titik Tertinggi dan Tersakral di Pulau Bali - Ahmed

Ahmed

Writer, Traveller, and Videographer

Gunung Agung, Titik Tertinggi dan Tersakral di Pulau Bali

Diterbitkan tanggal

Badung, 23 Mei 2021

Gunung Agung. Traveller atau pejalan akan sampai pada titik tertingginya jika mau melalui atau mendalami lokasi wisata yang dia datangi hingga ke segala penjuru dan secara mendetail. Setidaknya itu yang saya pikirkan sejak pertama ke Bali. Dan kebetulan saya tidak terlalu suka laut, saya lebih suka air terjun, hutan, dan gunung. Maka mulailah saya membuat daftar gunung di Bali yang bisa didaki tiap weekend. Beruntung karena gunung-gunung di sini gak terlalu tinggi dan bisa didaki hanya dalam waktu semalam, atau tektok.

Kawah gunung Agung

Kawah gunung Agung

Gunung tertinggi di Bali adalah gunung Agung, yaitu 3142 mdpl, terletak di desa Bebandem, kecamatan Rendang, kabupaten Karangasem. Titik tertinggi di Bali sekaligus dianggap sakral, karena dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Konon katanya, gunung Agung ini merupakan pecahan dari Mahameru, yang dibawa oleh dewa dari India. Mungkin ada hubungannya dengan gesekan tektonik masa lampau. Itu sebabnya gunung ini tergolong volcano aktif, karena sudah ratusan kali meletus menurut catatan sejarah. Tapi meskipun gunung Agung mematikan dan statusnya waspada, tidak menghentikan ratusan pendaki tiap weekend.

Malam yang cerah di pos 2 gunung Agung

Malam yang cerah di pos 2 gunung Agung

Gunung Agung ini memang cukup menantang guys. Jarak dari Badung kurang lebih 70 km, dengan durasi perjalanan selama 2 jam kalau gak macet. Jalur paling umum yaitu lewat pura Pengubengan yang masih satu kompleks dengan pura Besakih, pura terbesar di Bali. Untuk simaksi, sejauh pengalaman gak ada sih, biaya masuk juga gak ada, mungkin karena dua kali saya ke sini lewat open trip. Tanahnya cukup tandus di puncak, tapi hutan lebat dari pintu rimba pos 1 hingga batas vegetasi pos 3. Jalurnya yang cukup panjang dengan kemiringan hingga dahi ketemu lutut, yes terjal. Dan di sini gak ada sumber air, jadi disarankan bawa dua botol besar buat stock camping semalaman. Kalau cuaca bagus, gak perlu tenda, cukup sleeping bag atau flysheet, atau paling aman ikut open trip yang ada organizernya. Pake sepatu outdoor yang bagus yah, soalnya jalurnya berupa pasir dan krikil, di puncak berupa lahar dingin yang keras tapi kadang rapuh.

Puncak gunung Agung

Organized by Camp Petualang

Urusan biaya? Ok aku jabarkan. Bensin motoran dari Badung ke pura Pengubengan Rp. 20K pertamax. Biaya makan atau cemilan kasilah Rp. 100K. Biaya open trip ini tergantung berapa yang ikut, kemarin ada rombongan sekitar 10 orang jadi kita dipatok Rp. 100K/orang. Kalau mau pakai guide atau porter pribadi biayanya lain lagi, variatif antara 450K - 2000K. Pastikan fisik kuat dan fit sebelum mendaki biar memudahkan pulang perginya. Dan tentu saja, jangan lupa selfie di puncak sejati. Biar eksis dan gak rugi capek-capek nanjak hahaha...

- Ahmed Sholeh

comments

Comments