Balada Sarabba dan Nuansa Malam

Sarabba dan Nuansa Malam. Tak rumit bagiku mengenangmu
sebab pesonamu yang sejak dahulu
mampu buatku rapuh dan runtuh
meraihnya dalam keterbatasanku

Hangat sapamu
dengan segelas harapan untuk bersamamu
mengingatkanku tentang indahnya membayangkan senyummu saat sendiriku.
Jadilah ia teman sepi
cukup menghangatkanku kala angin malam berhembus
menusuk dan menyeru kepadaku
seiring waktu berlalu.

Malam belum juga terlarut kalau aku harus pulang sekarang
Soalnya, banyak harapan dan ketamakan siap menerjang
di jalan-jalan kota seberang
Bahkan pagarku menatap heran
sahutnya perlahan
"hey tamvan! Belum jugakah kau lari dari kenyataan?"
Kenyataan bahwa kau tidak sendirian
mungkin ada dia yang tidak kelihatan
tapi selalu ada berimu ketenangan.

Dengan semua keanehan
yang sepertinya tak cukup membuatmu gregetan
kini bakalan tersimpan dalam angan
Makanya tadi kukatakan
jika kupulang sekarang, adalah murni suatu kerugian
Biarlah sejenak kudendangkan
ditemani segelas sarabba, pelepas kegalauan

Nuansa Malam

sarabba dan nuansa malam

Sebab, Tuhan merangkum indahnya hidupku pada satu luapan perasaan
pada satu jiwa yang kuperjuangkan dan sulit kulepaskan

- Ahmed Sholeh

Top